Dekati Masyarakat, 100 Penyuluh KB Banjarnegara Bergerak Bawa Pesan Keluarga Sehat
Dispermades PPKB Banjarnegara bersama para penyuluh KB dan anggota Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB) keliling mengedukasi warga.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sebanyak 100 sepeda motor bergerak dari Pendopo Kabupaten Banjarnegara menuju sejumlah wilayah, dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia 2026, Rabu (30/9/2026). Bukan sekadar touring, rombongan penyuluh KB membawa edukasi sekaligus pelayanan kontrasepsi langsung pada masyarakat.
Kegiatan tersebut digelar Dispermades PPKB Banjarnegara bersama para penyuluh KB dan anggota Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB).
Kepala Dispermades PPKB Banjarnegara, Esti Widodo mengatakan, konsep touring dipilih untuk menggambarkan program KB yang terus bergerak dan mendekat pada masyarakat.
“Kita menggambarkan bahwa kita terus bergerak untuk menyukseskan program KB yang ada di Kabupaten Banjarnegara,” kata Esti.
BACA JUGA:Pelayanan KB Gratis, Pemkab Purbalingga Siapkan 1.545 Alat Kontrasepsi
Di Kecamatan Banjarmangu, rombongan memberikan edukasi mengenai perencanaan keluarga sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga yang berisiko mengalami stunting.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan ke Puskesmas Mandiraja. Selain mendapatkan edukasi mengenai kontrasepsi, masyarakat juga dapat memperoleh pelayanan pemasangan alat kontrasepsi.
Kegiatan tersebut tidak hanya menyasar pasangan usia subur, tetapi juga anak-anak melalui pemberian alat permainan edukatif di taman kanak-kanak.
Esti menyampaikan, pemahaman mengenai KB saat ini tidak hanya sebatas mengatur jumlah anak. Pasangan usia subur juga perlu memahami pilihan metode kontrasepsi, serta pentingnya mengatur jarak kehamilan.
BACA JUGA:Dinkes KB Cilacap Jalani Penilaian PEKPPP, Dorong Pelayanan Makin Berkualitas
“Tujuannya dalam jangka panjang adalah bagaimana pasangan keluarga ini menjadi keluarga yang baik, yang sejahtera. Anaknya juga sehat, tidak stunting,” ujarnya.
Perencanaan kehamilan juga berkaitan dengan upaya menekan risiko kematian ibu dan kematian anak.
Esti menyebut, kesadaran masyarakat Banjarnegara dalam menggunakan kontrasepsi sudah cukup baik. Namun, pihaknya masih terus mendorong penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang.
“Bukan berarti yang jangka pendek ini kurang bagus, tapi kita mengandalkan untuk memakai alat kontrasepsi jangka panjang karena bisa lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
