Dinkes Periksa Makanan hingga Penjamah SPPG Usai 18 Siswa Keluhkan Mual
Sejumlah siswa saat dirawat dugaan keracunan usai mengomsumsi MBG.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarnegara mengambil sampel makanan dan melakukan pemeriksaan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul keluhan kesehatan yang dialami 18 siswa di Kecamatan Purwareja Klampok.
Belasan siswa dari sejumlah SD dan MI tersebut sebelumnya mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Mereka sempat dibawa ke Puskesmas Klampok I untuk menjalani pemeriksaan.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Banjarnegara, Hery Purwono, mengatakan investigasi dilakukan untuk mencari penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa.
“Masih kita tunggu hasil laboratorium untuk memastikan apakah makanan tersebut terkontaminasi atau tidak,” kata Hery, Rabu (30/9/2026).
BACA JUGA:18 Siswa di Purwareja Klampok Mual Usai Santap MBG, 1.038 Porsi Dihentikan
Sampel makanan yang dikonsumsi siswa telah diamankan untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan dilakukan guna mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi atau kandungan zat tertentu yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Dinkes tidak hanya memeriksa makanan. Para penjamah makanan di dapur SPPG juga akan diperiksa melalui pengambilan sampel dengan tes usap atau swab.
Pemeriksaan tersebut untuk melihat kondisi kesehatan penjamah makanan sekaligus memastikan tidak ada penyakit yang berpotensi menular melalui makanan.
Peralatan yang digunakan dalam proses produksi juga masuk dalam pemeriksaan. Penelusuran dilakukan mulai dari tahapan pengolahan sampai proses pewadahan makanan.
BACA JUGA:Satgas MBG Banjarnegara Awasi Ketat Dapur SPPG, Fokus Distribusi Tepat Waktu
Menurut Hery, pemeriksaan menyeluruh diperlukan karena keamanan makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga proses pengolahan dan distribusinya.
“Selama ini kita sudah melakukan pengawasan dan inspeksi ke SPPG terkait dengan pelaksanaan SOP yang sudah ditetapkan, mulai dari pengolahan hingga distribusi,” ujar Hery.
Sementara itu, kondisi 18 siswa yang sebelumnya mendapat pemeriksaan di Puskesmas Klampok I kini berangsur membaik. Hingga Rabu siang, seluruh siswa sudah diperbolehkan pulang.
“Untuk kondisi anak sampai siang semua sudah pulang, namun masih dilakukan observasi dan dipantau terus, termasuk penerima lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
