1.000 Meter Ondol Dibentangkan, 1.700 Warga Berebut dalam Kuduran Budaya Wanayasa
Bentang ondol 1.000 meter diacara kunduran budaya yang dilaksanakan masyarakat Desa Wanayasa Banjarnegara.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Bentangan ondol sepanjang 1.000 meter dibuka dalam Kuduran Budaya Wanayasa, Senin (28/9/2026). Sekira 1.700 pengunjung hadir dan ikut berebut ondol yang telah dirangkai mengelilingi lapangan.
Kegiatan tersebut memasuki pagelaran ke-16. Bentangan ondol dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan 360 orang, mulai dari pelajar hingga kelompok ibu-ibu.
Sebanyak 17 siswi SMKN 1 Wanayasa menjadi bidadari ondol, 192 siswa SMPN 1 Wanayasa sebagai pembentang, serta puluhan warga bertugas memasang kawat, membawa ondol, melukis area bentangan, menjaga lokasi, menggoreng, dan menyindik. Drumband MTs/MBS Muhammadiyah Wanayasa turut memeriahkan acara.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjarnegara, Mohamad Iqbal SE mengatakan, ondol bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari kreativitas dan identitas kuliner masyarakat Wanayasa.
BACA JUGA:Festival Ebeg Banjarnegara Dorong Pelestarian Budaya dan Regenerasi Seniman
“Ondol ini salah satu ciri khas makanan yang ditanam dan diolah sedemikian rupa oleh masyarakat, sehingga menjadi karya kuliner yang luar biasa,” kata Iqbal.
Panitia Kuduran Budaya, Nono Sendawa mengatakan, bentangan ondol tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai kelompok masyarakat.
“Kuduran Budaya tahun ini tetap mempersembahkan bentang Ondol yang merupakan hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, pemuda, pria, wanita, kelompok ibu-ibu, dan masih banyak lagi,” ujarnya.
Selain melestarikan kuliner lokal, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi dan mempererat kerukunan warga.
Salah seorang warga, Tari, mengaku senang dapat terlibat sejak proses pengolahan singkong hingga menjadi ondol.
“Suka sekali dengan acara ini. Selain ramai, kami juga bisa ikut berpartisipasi dalam proses pengolahan ketela hingga menjadi ondol yang dibentangkan ramai-ramai,” katanya.
Ondol merupakan makanan tradisional berbahan singkong parut yang dibentuk bulat kecil lalu digoreng. Setelah matang, ondol ditusuk dan disambung hingga membentuk bentangan sepanjang satu kilometer.
Puncak acara berlangsung saat warga diperbolehkan melakukan rayahan ondol. Dalam waktu singkat, bentangan yang memenuhi lapangan langsung diserbu pengunjung untuk dinikmati bersama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
