Banner Honda

Masih Dijumpai 3.669 RTLH Ekstrem dari 12.439 Unit di Banjarnegara

Masih Dijumpai 3.669 RTLH Ekstrem dari 12.439 Unit di Banjarnegara

Kondisi rumah tidak layak huni yang berada di Banjarnegara.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) di Banjarnegara masih cukup besar. Data Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPPKPLH) Banjarnegara mencatat, terdapat 12.439 unit RTLH, termasuk 3.669 unit yang masuk kategori ekstrem.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mencari dukungan tambahan di luar program penanganan yang sudah berjalan.

Salah satunya melalui gerakan infak sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN), yang digagas Sekretaris Daerah Banjarnegara Hendro Cahyono.

Gerakan yang diberi nama 'Jumat Berkah' itu ditujukan untuk membantu pembiayaan perbaikan rumah warga yang masih tinggal di hunian tidak layak.

BACA JUGA:Rumah Nyaris Roboh di Krandegan Kini Mulai Diperbaiki, Penanganan RTLH di Banjarnegara Dipercepat

Hendro mengatakan, infak tersebut tidak ditetapkan dengan nominal tertentu. ASN diminta berpartisipasi berdasarkan kemampuan dan keikhlasan masing-masing.

“Prinsipnya tidak ada paksaan, tapi kita menggugah kesadaran bersama. Besarannya sangat fleksibel, bisa dimulai dari infak seikhlasnya, seperti Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, atau sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Hendro, Kamis (24/9/2026).

Pengumpulan dilakukan secara berkala setiap Jumat. Mekanismenya dapat melalui kotak amal keliling maupun sistem lain yang disiapkan secara transparan.

Dana yang terkumpul akan dihimpun dan digunakan untuk kegiatan bakti perbaikan rumah warga. Pemkab Banjarnegara menargetkan kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada awal Desember 2026.

BACA JUGA:Program TMMD di Krangean Dikebut, RTLH hingga Sumur Bor Hampir Rampung

Kepala Bidang Perumahan DPPKPLH Banjarnegara, Dwi Sunu Nugroho mengatakan, persoalan RTLH masih menjadi salah satu pekerjaan besar yang membutuhkan penanganan secara bertahap.

"Penanganan ribuan RTLH tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah. Pemkab juga berupaya membuka ruang keterlibatan sektor swasta dan masyarakat agar perbaikan rumah dapat dilakukan lebih cepat," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, gerakan Jumat Berkah juga akan melibatkan generasi muda, seperti Pramuka dan relawan lokal. Mereka nantinya dapat ikut terlibat dalam kegiatan bakti perbaikan rumah, selain dukungan berupa dana.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: