2 Hari Dicari, Pemancing asal Cilacap yang Terseret Sungai Serayu Ditemukan Meninggal
Tim Gabungan mengangkat korban hanyut saat memancing di Sungai Serayu.-PMI Banjarnegara untuk Radarmas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pemancing asal Kabupaten Cilacap, Sutarno, yang hilang setelah terseret arus Sungai Serayu di Desa Adipasir, Kecamatan Rakit, Banjarnegara, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah Sutarno ditemukan tim gabungan bersama warga pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 08.14 WIB. Korban ditemukan sekira 5 kilometer dari lokasi terakhir terlihat.
Kapolsek Rakit, AKP Satimin mengatakan, sebelum kejadian korban bersama rekannya, Jahidin, telah mendapat peringatan mengenai potensi kenaikan debit Sungai Serayu.
“Sudah ada peringatan dari pihak keamanan yang berada di lokasi. Namun karena penasaran, korban tetap memancing,” ujar Satimin.
BACA JUGA:Wisata Kedung Kampak Banyumas Tetap Ramai, Pengelola Perketat Pengawasan Pascainsiden Tenggelam
Peristiwa terjadi Rabu (23/9/2026) malam. Sutarno dan Jahidin tiba di lokasi pukul 19.00 untuk memancing. Sutarno kemudian menyeberangi sungai menuju titik pemancingan.
Sekira pukul 19.15, debit Sungai Serayu meningkat. Saat itu Sutarno berada di lokasi pemancingan. Sedangkan Jahidin berjarak sekitar 550 meter. Sekira pukul 19.30, Jahidin menyadari korban sudah tidak terlihat dan meminta bantuan penjaga di sekitar lokasi.
Tim gabungan kemudian melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Serayu. Pencarian melibatkan Polsek Rakit, Koramil, Basarnas, BPBD, Tagana, MDMC, PMI, dan masyarakat. Sebanyak enam perahu karet dikerahkan, disertai penyelaman di sekitar lokasi awal kejadian.
Penyisiran dilakukan mulai Desa Adipasir, Desa Dermasari, Kecamatan Susukan, hingga kawasan Klampok. Setelah beberapa hari pencarian, korban ditemukan Jumat pagi dan dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Banjarnegara untuk penanganan sebelum dipulangkan ke rumah duka di Cilacap.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dinyatakan selesai dan ditutup. Kepolisian mengingatkan masyarakat, khususnya pemancing, agar memperhatikan kondisi sungai ketika debit air berpotensi meningkat.
“Kami juga mengingatkan warga yang memancing untuk selalu memperhatikan situasi dan kondisi debit air,” kata Satimin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
