Kemarau Bukan Halangan, Petani Banjarnegara Raup Rp 40 Juta dari Bawang Merah
Petani asal Desa Pedelai saat menunjukan hasil panen bawang merahnya.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Musim kemarau tak selalu menjadi masa sulit bagi petani. Di Banjarnegara, kondisi cuaca kering justru dimanfaatkan Petani asal Desa Pedalai, Widi Nur Khanafi, untuk membudidayakan bawang merah.
Widi menanam bawang merah di lahan seluas 2.000 meter persegi. Hanya dalam waktu 60 hari, hasil panennya bisa mencapai dua ton.
Dari hasil panen tersebut, keuntungan yang diperoleh Widi diperkirakan mencapai Rp 40 juta. Besarnya keuntungan tetap bergantung pada harga jual bawang merah dan biaya produksi yang dikeluarkan.
Widi memilih bawang merah karena kondisi musim kemarau cukup mendukung pertumbuhan tanaman.
BACA JUGA:Serap Hasil Petani Bedana, Bawang Merah Dijual di Bawah Harga Pasar
"Musim kemarau ini saya manfaatkan untuk menanam bawang merah. Intensitas cahaya matahari lebih maksimal sehingga cukup mendukung pertumbuhan tanaman," kata Widi, Minggu (20/9/2026).
Menurut Widi, kondisi lahan yang lebih kering pada musim kemarau juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih komoditas tersebut. Kondisi itu dinilai dapat menekan risiko serangan sejumlah hama dan penyakit.
"Kalau musim kemarau, lahannya lebih kering. Risiko beberapa hama dan penyakit juga bisa ditekan," ujarnya.
Widi menyampampaikan, dalam satu kali musim tanam, keuntungan yang diperoleh bisa mencapai puluhan juta rupiah, meski sangat dipengaruhi oleh harga bawang merah saat panen dan besarnya biaya produksi.
BACA JUGA:Di Tengah Ancaman Bawang Bombai, Ahmad Luthfi Pastikan Bawang Merah Brebes Masih Jadi Andalan
"Kalau dihitung, keuntungannya bisa sekitar Rp 40 juta, tapi tergantung harga jual dan biaya produksinya," ujarnya.
Meski memberikan peluang keuntungan, petani bawang merah di Banjarnegara masih terbilang sedikit. Sebagian petani masih memilih komoditas lain yang lebih umum dibudidayakan di wilayah tersebut.
Bagi Widi, bawang merah menjadi salah satu pilihan untuk membuat lahan tetap produktif selama musim kemarau. Komoditas tersebut sekaligus membuka peluang usaha baru bagi petani di tengah pilihan tanaman yang terbatas saat memasuki musim kering.
"Daripada lahannya tidak dimanfaatkan saat kemarau, bawang merah bisa menjadi salah satu pilihan. Hasilnya juga cukup menjanjikan," kata Widi. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
