Krisis Air Bersih Banjarnegara Makin Parah, 29.110 Warga Terdampak Kekeringan
Distribusikan air bersih bantu warga yang terdampak kekeringan di Banjarnegara.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Krisis air bersih di Kabupaten Banjarnegara belum menunjukkan tanda mereda. Hingga Senin (31/8/2026), 29.110 jiwa dari 8.642 keluarga terdampak kekeringan yang melanda 42 desa dan tujuh kelurahan di 12 kecamatan, dengan bantuan air bersih 1.334 trip dan total volume 5,59 juta liter.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan pasokan air bersih terus meningkat. Di sejumlah wilayah yang terdampak paling parah, kebutuhan air bahkan mencapai enam hingga 11 tangki setiap hari.
Di tengah situasi itu, keluarga besar Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Banjarnegara ikut menambah pasokan air bersih bagi warga terdampak. Puluhan tangki diberangkatkan dari halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara.
Sekda Banjarnegara, Hendro Cahyono mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian jajaran Korpri terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
BACA JUGA:Kekeringan Banjarnegara Makin Meluas, 7.503 KK di 11 Kecamatan Krisis Air Bersih
“Hari ini kita hadir bersama untuk memberangkatkan bantuan air bersih dari keluarga besar Korpri Banjarnegara. Sasaran distribusi kami serahkan sepenuhnya kepada BPBD yang paling memahami peta wilayah masyarakat terdampak,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Penyaluran bantuan perlu mengikuti pemetaan BPBD agar pasokan air diprioritaskan ke wilayah dengan kondisi kekeringan paling berat.
Dia juga mengajak instansi pemerintah, masyarakat, dan pihak lain yang memiliki kemampuan untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan air warga.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Aji Piliroso mengatakan, pada tahap awal terdapat 23 hingga 30 tangki yang disiapkan untuk didistribusikan. Setiap tangki membawa sekitar 5.000 liter air bersih.
BACA JUGA:Kekeringan Melanda Romokamal, Warga Rela Bayar Rp400 Ribu demi 500 Liter Air
“Di daerah yang paling parah, kebutuhan bisa mencapai enam hingga 11 tangki per hari dengan pola distribusi bergiliran,” katanya.
Distribusi bergiliran dilakukan karena kebutuhan air tidak hanya datang dari satu wilayah. BPBD harus membagi pasokan agar daerah lain yang sama-sama mengalami kekeringan tetap mendapat bantuan. Skala penanganan pun terus membesar.
Dengan cakupan wilayah yang masih luas, distribusi air bersih diperkirakan masih akan berlangsung selama kondisi kekeringan belum berakhir. Wilayah dengan kebutuhan paling mendesak menjadi prioritas, sementara pola pengiriman dilakukan bergantian untuk memperluas jangkauan bantuan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
