Siap Kerja Sejak Sekolah, Siswa SMKN 1 Bawang Digembleng Lewat Kelas Industri
Launching kelas industri yang diglar di SMKN 1 Bawang Banjarnegara.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Siswa Jurusan Pemasaran SMK Negeri 1 Bawang Banjarnegara, tidak hanya belajar menjual produk dari buku teks. Mereka mulai diarahkan menghadapi situasi yang lebih mirip dunia kerja, melalui Kelas Industri yang melibatkan sejumlah perusahaan dan pelaku usaha.
Program tersebut diluncurkan di Aula SMKN 1 Bawang, kerja sama dengan dunia industri menjadi bagian dari upaya sekolah menyesuaikan kompetensi siswa dengan kebutuhan pekerjaan yang terus berubah, terutama di bidang ritel dan bisnis digital.
Plt Kepala SMKN 1 Bawang, Khairul Sholih Retno Broto mengatakan, pembelajaran dalam kelas industri dibuat sedekat mungkin dengan kondisi perusahaan.
“Dengan adanya kelas industri, anak-anak bisa praktik dalam keseharian secara nyata sebagaimana di perusahaan. Segala hal yang ada di dunia usaha dan dunia industri diminiaturkan di sini,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
BACA JUGA:Pemkab Banjarnegara Optimalkan Potensi Tembakau Lewat Penguatan Industri Rokok Lokal
Sekolah telah menjalin kerja sama dengan puluhan mitra industri. Khusus Jurusan Pemasaran, kerja sama diperkuat dengan sejumlah mitra yang dinilai sesuai dengan kebutuhan kompetensi siswa.
Kepala Program Studi Pemasaran SMKN 1 Bawang, Niniek Mardianti mengatakan, Jurusan Pemasaran memiliki dua konsentrasi keahlian, yaitu ritel dan bisnis digital.
“Untuk konsentrasi ritel, kelas industrinya bekerja sama dengan Alfamart. Sedangkan untuk konsentrasi digital, kami bermitra dengan CKS dan Yamaha,” katanya.
Melalui pola tersebut, siswa tidak hanya belajar teori pemasaran, tetapi juga dikenalkan dengan standar operasional, pelayanan konsumen, pola kerja, hingga strategi pemasaran yang digunakan di dunia usaha.
BACA JUGA:50 Pekerja Ikuti Pelatihan Blending Tembakau, Genjot Daya Saing Industri Rokok Legal
Pembelajaran berbasis industri juga membuka kesempatan bagi siswa untuk memahami perkembangan pemasaran digital. Media sosial seperti Instagram dan TikTok dapat digunakan bukan sekadar untuk bersosialisasi, tetapi juga sebagai sarana promosi, membangun merek dan mengenalkan produk.
Kepala Dinas Perindagkop UKM Banjarnegara, Adi Cahyono menilai, pendekatan tersebut penting karena kompetensi lulusan SMK harus berhadapan langsung dengan kebutuhan usaha.
“Ini kegiatan yang langsung bersinggungan dengan usaha, di mana para siswa dapat mempraktikkan ilmu sekolah yang dipertemukan dengan realita lapangan,” katanya.
Menurut Adi, keterlibatan Koperasi CKS yang beranggotakan pelaku UMKM juga dapat menjadi ruang belajar bagi siswa untuk melihat secara langsung bagaimana usaha kecil menjalankan bisnisnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
