DCF 2026 Masuk 10 Besar KEN, Kemenpar Bidik Dieng Jadi Destinasi Berdaya Saing Global
Masuk top 10 KEN, DCF bakal diproyeksikan jadi destinasi sejarah dan budaya internasional.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dieng Culture Festival (DCF) 2026 didorong tidak berhenti sebagai festival budaya tahunan. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melihat kegiatan yang telah digelar selama 16 kali itu punya modal untuk menjadi salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata wisatawan dunia.
Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenpar, Titik Lestari, mengatakan kekuatan utama DCF terletak pada keterlibatan masyarakat dalam membangun festival tersebut sejak awal.
“Menjadikan Dieng Culture Festival sebagai wajah pariwisata Indonesia yang autentik dan berdaya saing global,” kata Titik, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Titik, DCF memiliki nilai lebih karena tidak hanya menjual pertunjukan wisata. Tradisi dan budaya masyarakat Dieng menjadi bagian utama yang membuat festival tersebut memiliki karakter berbeda dibandingkan event pariwisata lainnya.
BACA JUGA:DCF 2026 Dorong Ekonomi UMKM hingga Pariwisata, Potensi Perputaran uang Capai Rp 50 M
Dampaknya juga mulai terlihat dari aktivitas ekonomi selama festival. Pelaku UMKM memanfaatkan lonjakan kunjungan wisatawan untuk menjajakan makanan, minuman, kerajinan hingga berbagai produk lokal.
“Kita lihat UMKM yang menjajakan jajanan tadi sudah laris terjual. Mudah-mudahan masyarakat menikmati dampak dari penyelenggaraan ini,” ujarnya.
DCF 2026 sendiri masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), program nasional yang menjadi kalender event pariwisata unggulan Indonesia. Bahkan, DCF masuk dalam 10 event terbaik dalam program tersebut.
Posisi itu membuka peluang promosi Dieng tidak hanya kepada wisatawan domestik, tetapi juga pasar mancanegara. Kemenpar turut mempromosikan DCF melalui berbagai platform promosi dan kegiatan pariwisata di luar negeri.
BACA JUGA:DCF 2026 Bawa Rezeki, Perajin Banjarnegara Kebanjiran Pesanan 6.000 Caping
Bagi Kemenpar, masuknya DCF dalam kalender nasional juga harus diikuti dengan pengelolaan event yang semakin profesional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengukuran dampak kegiatan secara lebih terukur.
Kemenpar akan melakukan survei selama penyelenggaraan DCF 2026 hingga hari terakhir. Data tersebut akan digunakan untuk melihat sejauh mana festival memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan pada tahun berikutnya.
“Kami akan melakukan survei dampak dari kegiatan ini sehingga kebermanfaatannya nanti akan kita lihat dari data hasil survei yang kami himpun,” kata Titik.
Kemenpar telah mendampingi penyelenggaraan DCF sejak 2021. Pendampingan tersebut diharapkan terus berlanjut, terutama untuk memperkuat kurasi program, tata kelola dan pengukuran dampak ekonomi maupun pariwisata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
