Baru Hari Pertama, Festival Kopi Dieng 2026 Catat Minat Pembelian 100 Ton Green Bean
Suasana saat di venue Festival Kopi Dieng 2026 bagian dari Dieng Culture Festival.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Festival Kopi Dieng 2026 tak berhenti pada ajang promosi. Baru memasuki hari pertama, kegiatan yang menjadi bagian dari Dieng Culture Festival (DCF) 2026 itu sudah mencatat minat pembelian hingga 100 ton kopi green bean.
Ketua Festival Kopi Dieng, Alif Zein Fahmi, mengatakan minat tersebut dituangkan dalam Letter of Intent (LOI) pembelian kopi dari sejumlah daerah. Transaksi itu diharapkan menjadi pintu masuk bagi kopi Banjarnegara untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Pada hari pertama sudah ada LOI sebanyak 100 ton green bean. Harapannya Festival Kopi Dieng dapat meningkatkan transaksi sekaligus memperluas promosi kopi Banjarnegara,” kata Alif, Sabtu (29/8/2026).
Festival Kopi Dieng digelar pada 28-30 Agustus 2026 di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur. Tahun ini kegiatan mengusung tema “The Dieng Origin Mountain Coffee” dan mempertemukan pelaku kopi dari sektor hulu hingga hilir.
BACA JUGA:Alun-alun Banjarnegara Dipenuhi Aroma Kopi, Festival Kopi Dieng 2026 Resmi Dimulai
Menurut Alif, festival tersebut tidak hanya menampilkan kopi dari kawasan Dieng. Pelaku usaha, petani, roastery, barista hingga konsumen diberi ruang untuk bertemu dan bertukar informasi mengenai produk kopi.
“Festival ini untuk merangkul seluruh elemen kopi dari sektor hulu hingga hilir,” ujarnya.
Sebanyak 35 peserta dari Banjarnegara ikut membawa produk kopi dari berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Susukan hingga Batur.
Pengunjung bisa melihat sekaligus mencicipi kopi melalui Dieng Coffee Showcase. Berbagai jenis kopi seperti Arabika, Robusta dan Liberika ditampilkan melalui Green Bean Station, Roastery Station, Public Cupping hingga Brewing Station.
BACA JUGA:Festival Kopi Dieng 2026 Siap Meriahkan DCF, Kopi Lokal Dipadukan dengan Stand Up Comedy
Tak hanya menawarkan kopi, festival juga memperkenalkan produk rempah dan kuliner kreatif melalui Spice Station. Salah satu sajian yang menarik perhatian adalah kopi susu Dawet Ayu yang menggabungkan kopi dengan cita rasa khas Banjarnegara.
Festival ini juga menjadi tempat bertemunya berbagai komunitas perlindungan indikasi geografis (MPIG) kopi dari sejumlah daerah di Indonesia.
Sebanyak 14 MPIG ikut membawa produk masing-masing dengan dukungan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Produk tersebut berasal dari berbagai wilayah, mulai Sumatra, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur hingga Papua.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
