DCF 2026 Dorong Ekonomi UMKM hingga Pariwisata, Potensi Perputaran uang Capai Rp 50 M
Suasana UMKM di Dieng Culture Festival 2026 di Kawasan komplek Candi Arjuna.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Dieng Culture Festival (DCF) kembali digelar di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, mulai Jumat (28/8/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-16, festival yang memadukan tradisi, seni, dan pariwisata ini kembali menjadi magnet wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Perputaran uang selama festival diperkirakan mencapai sekira Rp 50 miliar. Dampaknya dirasakan berbagai sektor, mulai dari penginapan, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Aswin Gantina mengatakan, DCF memiliki potensi besar dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah. Salah satunya karena festival tersebut masuk dalam 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
“DCF ini merupakan 10 besar dari Karisma Event Nusantara. Karisma Event Nusantara itu tidak sembarangan, diseleksi dan dikurasi. Selain acaranya memikat dan menarik, juga ada pertimbangan bahwa dampaknya besar,” kata Aswin.
BACA JUGA:Persiapan DCF ke-16 di Dieng Capai 85 Persen, Tiga Venue Utama di Dieng Terus Dimatangkan
Menurutnya, dampak ekonomi DCF tidak hanya terlihat dari transaksi di lokasi acara. Tingginya kunjungan wisatawan turut meningkatkan permintaan terhadap berbagai layanan dan produk masyarakat.
“Selama tiga hari penyelenggaraan Dieng Culture Festival, promosinya karena menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara itu sampai luar negeri juga. Kita harapkan ini bisa memberikan dampak yang luas,” ujarnya.
Aswin berharap, perputaran ekonomi DCF tahun ini dapat melampaui capaian sebelumnya yang berada di kisaran Rp 50 miliar. Dia juga menilai, keterlibatan UMKM menunjukkan festival tersebut mampu menggerakkan ekonomi secara inklusif.
“Ini inklusif, tidak hanya yang besar-besar saja, perusahaan-perusahaan, tetapi juga mulai dari UMKM,” katanya.
BACA JUGA:DCF 2026 Makin Dekat, Ribuan Wisatawan Mulai Banjiri Kawasan Dieng
Sementara itu, Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana mengingatkan, agar DCF tetap mempertahankan identitasnya sebagai festival budaya. Dia mengapresiasi konsistensi Pokdarwis Pandawa yang telah menggelar festival tersebut hingga tahun ke-16.
“Yang luar biasa dari kegiatan ini adalah rekan-rekan Pokdarwis dari awal sampai dengan tahun ke-16 ini konsisten untuk mengembangkan dan memperkenalkan budaya,” kata Amalia.
DCF 2026 juga menghadirkan Festival Kopi Pegunungan Dieng. Pengembangan komoditas tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong Banjarnegara sebagai kabupaten konservasi.
Amalia juga menekankan pentingnya kerja sama antara Banjarnegara dan Wonosobo dalam mengembangkan kawasan Dieng. Menurutnya, Dieng merupakan kawasan bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas wilayah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
