Banner Honda

Juara II Mas dan Mbak Batik Jateng, Radhyana Bawa Batik Gumelem ke Panggung Nasional

Juara II Mas dan Mbak Batik Jateng, Radhyana Bawa Batik Gumelem ke Panggung Nasional

Radhyana Prathista, warga Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, berhasil mengukir prestasi di ajang Mas dan Mbak Batik Jawa Tengah 2026.-Radhyana untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Batik Gumelem Banjarnegara mendapat kesempatan tampil di panggung nasional setelah Radhyana Prathista, warga Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, meraih Juara II kategori dewasa dalam ajang Mas dan Mbak Batik Jawa Tengah 2026.

Radhyana selanjutnya akan mewakili Jawa Tengah dalam kompetisi tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung Desember 2026. Kesempatan tersebut sekaligus menjadi ruang baginya untuk memperkenalkan batik khas Banjarnegara kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Menjelang keberangkatan ke tingkat nasional, Radhyana bersama Camat Pejawaran Gatot Suprapto, Kepala Desa Pegundungan Murti dan perangkat desa menemui Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana di Pringgitan Rumah Dinas Bupati untuk meminta doa restu.

Amalia menyambut baik prestasi tersebut. Menurutnya, capaian Radhyana bukan sekadar gelar pribadi, tetapi juga membawa nama Banjarnegara hingga ke tingkat nasional.

BACA JUGA:DCF 2026 Bawa Angin Segar, Perajin Batik Gumelem Banjarnegara Siapkan 5.000 Selendang dan Produk Baru

“Luar biasa Ananda Radhyana Prathista. Mengikuti ajang Mas dan Mbak Batik Jawa Tengah 2026 dan mendapatkan juara dua. Ini membawa nama baik Banjarnegara dan selanjutnya akan melaju ke tingkat nasional,” ujar Amalia, Kamis (27/6/2026).

Dia menilai keterlibatan anak muda dalam promosi batik menjadi penting karena keberlangsungan budaya lokal tidak cukup hanya mengandalkan generasi tua.

Amalia juga mengingatkan agar Radhyana tidak menjadikan gelar juara sebagai satu-satunya target ketika tampil di tingkat nasional. Ada misi yang lebih besar, yakni membawa identitas Banjarnegara melalui Batik Gumelem.

“Kompetisi ini bukan hanya soal meraih kemenangan. Pola pikirnya jangan sekadar ‘saya harus menjadi juara satu’, melainkan harus memiliki misi meningkatkan kapasitas diri serta mempromosikan Batik Gumelem Banjarnegara. Dari sanalah banyak hal bernilai akan didapatkan,” katanya.

BACA JUGA:Pengrajin Batik Desa Gemeksekti Dorong Pemda Patenkan Motif Batik Kebumen

Menurut Amalia, Batik Gumelem harus menjadi salah satu kekuatan yang ditampilkan Radhyana. Ia meminta Radhyana tidak sekadar mengikuti gaya peserta lain, tetapi menunjukkan karakter dan potensi yang dimiliki daerah asalnya.

“Di tingkat nasional nanti harus bisa menunjukkan sesuatu yang spesial. Jangan meniru orang lain, jangan ingin seperti orang lain. Apa yang kita miliki, itulah yang harus ditonjolkan,” tegasnya.

Amalia juga berpesan agar Radhyana tetap rendah hati apabila nantinya berhasil menjadi juara.

“Kalaupun nanti menjadi juara satu, jangan merasa jemawa dan tetap rendah hati,” pesannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: