Persiapan DCF ke-16 di Dieng Capai 85 Persen, Tiga Venue Utama di Dieng Terus Dimatangkan
Venue utama DCF ke-16, Kompleks Candi Arjuna difungsikan sebagai pusat kegiatan terbuka yang dapat diakses secara gratis oleh umum.-Alif Faozi untuk Radarmas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Persiapan Dieng Culture Festival (DCF) ke-16 di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, mencapai 85 persen. Panitia mematangkan tiga venue utama untuk mengantisipasi kepadatan wisatawan, sekaligus memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa sekaligus Koordinator Pelaksana DCF, Alif Faozi mengatakan, persiapan di seluruh venue terus dikebut sesuai rencana.
“Persiapan secara keseluruhan sudah sekira 85 persen. Semua venue terus kami optimalkan agar pelaksanaan festival berjalan lancar dan pengunjung tetap nyaman,” kata Alif, Rabu (26/8/2026).
Pembagian kegiatan ke tiga venue dilakukan untuk menyebarkan konsentrasi pengunjung agar tidak menumpuk di satu lokasi.
BACA JUGA:DCF 2026 Makin Dekat, Ribuan Wisatawan Mulai Banjiri Kawasan Dieng
Kompleks Candi Arjuna menjadi pusat kegiatan yang dapat diakses gratis oleh masyarakat. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari aksi bersih-bersih, seni tradisi, pameran UMKM Banjarnegara, Festival Domba hingga sarasehan Kongkow Budaya yang menghadirkan Sabrang Mowo Damar atau Noe Letto serta Kiai Kanjeng.
Sementara Venue Gatotkaca menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif dan bisnis, dengan agenda Festival Kopi Nusantara, forum bisnis, seminar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bersama Kementerian Hukum dan HAM, serta Jazz Atas Awan Showcase. Venue Pandawa disiapkan sebagai panggung musik berskala besar dengan menghadirkan sejumlah musisi nasional.
“Tiga venue ini kami siapkan dengan karakter kegiatan yang berbeda. Harapannya keramaian bisa tersebar dan wisatawan memiliki banyak pilihan kegiatan selama berada di Dieng,” ujarnya.
Penataan tersebut juga diharapkan memperluas manfaat ekonomi DCF bagi UMKM, pedagang kuliner, pengusaha penginapan hingga pelaku ekonomi kreatif di kawasan Dieng.
“Kami ingin festival ini tidak hanya ramai di acara, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal,” kata Alif.
DCF ke-16 kembali menempatkan budaya dan potensi lokal sebagai bagian utama festival. Selain musik, seni tradisi, kopi, UMKM dan aktivitas masyarakat Dieng tetap mendapat ruang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
