Talud IPA 1 PDAM Tirta Serayu Banjarnegara Longsor, Delapan Ribu Pelanggan Terdampak
Talud IPA 1 milik PDAM Banjarnegara yang berlokasi di Dukuh Kemplang, Desa Sigaluh, Kecamatan Sigaluh, mengalami longsor.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Ribuan pelanggan PDAM Tirta Serayu Banjarnegara harus bersiap menghadapi gangguan distribusi air, setelah talud Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 di Dukuh Kemplang, Desa Sigaluh, Kecamatan Sigaluh, longsor, Selasa (25/8/2026) malam.
Longsor terjadi setelah rangkaian persoalan teknis yang dipicu menyusutnya sumber air selama musim kemarau. IPA 1 dan IPA 2 selama ini melayani sekira delapan ribu sambungan rumah (SR).
Pj Direktur PDAM Tirta Serayu Banjarnegara, Fauzan mengatakan, persoalan bermula dari turunnya debit Kali Ori, sehingga PDAM mengandalkan sumber air dari Sungai Serayu melalui Intake 2. Namun, dua pompa utama berkapasitas 122 KW mengalami overheat dan rusak secara berurutan.
“Karena dua pompa utama rusak, kami hanya memiliki pompa cadangan berkapasitas 75 KW. Kami tidak berani memaksakan pompa kecil ini memompa air naik ke IPA 2 yang elevasinya lebih tinggi. Akhirnya, air dari Intake 2 kami masukkan ke IPA 1 yang berada di bawah,” kata Fauzan, Rabu (26/8/2026).
BACA JUGA:Perbaikan Talud Siwuluh Dikebut Demi Selamatkan Lahan Pertanian Warga Ampelsari
Pengisian IPA 1 dilakukan hingga Selasa malam pukul 23.00. Namun, air yang masuk terlalu besar hingga terjadi luapan. Kondisi tanah yang sebelumnya retak akibat kemarau panjang kemudian ikut memperparah situasi dan memicu longsornya talud di sekitar IPA 1.
PDAM menghentikan sementara operasional IPA 1 dan IPA 2 yang masing-masing berkapasitas 50 liter per detik.
“Kami tidak berani beroperasi atau mengisi air ke IPA 1. Jika dipaksakan, beban tangki akan sangat berat dan kami khawatir longsor akan bertambah parah hingga bangunan ambruk,” ujarnya.
Akibat penghentian tersebut, sekira empat ribu SR pelanggan IPA 1 dan empat ribu SR pelanggan IPA 2 terdampak. PDAM kini mengoperasikan pompa cadangan 75 KW untuk mendorong sebagian air menuju IPA 2, meski debitnya terbatas.
BACA JUGA:Talud Jalan di Desa Gondang Longsor, Ruas Karangreja-Karangjambu Terancam Amblas
“Ini langkah emergency supaya masyarakat masih bisa mendapatkan air, meskipun harus antre. Kami juga menunggu perbaikan pompa 122 KW yang ditargetkan selesai,” katanya.
PDAM memperkirakan distribusi air dapat kembali normal secara bertahap pada Kamis malam jika perbaikan pompa berjalan sesuai rencana. Intake 1 juga mulai dibersihkan untuk kembali dimanfaatkan sebagai sumber alternatif.
Sementara itu, Sekda Banjarnegara, Hendro Cahyono meminta, penanganan talud segera dilakukan dengan melibatkan BPBD Banjarnegara.
“Untuk penanganan material longsor tentunya bersihkan terlebih dahulu. Setelah itu, baru memasang bronjong penahan tanah di lokasi longsoran agar struktur kembali aman,” kata Hendro yang meninjau lokasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
