Modus Pesan Makanan lalu Minta Pulsa, Sejumlah Pedagang Banjarnegara Jadi Korban
Tampak depan Klinik Ibunda Banjarnegara.-Klinik Ibunda untuk Radarmas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sejumlah pedagang kuliner di Banjarnegara menjadi korban dugaan penipuan dengan modus pesanan makanan fiktif. Pelaku mengaku dari Klinik Ibunda Banjarnegara, kemudian memesan makanan sekaligus meminta pedagang membeli pulsa dan mentransfer uang.
Empat pedagang telah mendatangi Klinik Utama Rawat Inap Ibunda Banjarnegara, untuk memastikan pesanan. Pihak klinik memastikan tidak pernah membuat pesanan maupun meminta transaksi tambahan.
Kepala Klinik Utama Rawat Inap Ibunda Banjarnegara, dr Ismuhartinah mengatakan, pelaku mengatasnamakan dokter yang sebenarnya tidak bekerja di klinik tersebut.
“Pelaku memesan sejumlah makanan seperti seblak dan donat dengan mengatasnamakan dr Budi, Sp.OG. Pesanan kemudian diminta diantar ke Klinik Ibunda. Padahal, di klinik kami tidak ada dokter tersebut,” kata Ismuhartinah, Senin (24/8/2026).
BACA JUGA:Modus Penipuan Jual Rumah Fiktif Terbongkar, Korban Rugi Rp107 Juta di Banyumas
Setelah memesan makanan, pelaku meminta korban membeli pulsa hingga mentransfer uang. Salah seorang pedagang dilaporkan mengalami kerugian Rp 700 ribu, sementara korban lainnya kehilangan lebih dari Rp 300 ribu.
“Pelaku transaksi fiktif ini menggunakan nomor WhatsApp 082125624792. Berdasarkan penelusuran informasi internal, nomor yang sama teridentifikasi pernah melakukan modus penipuan serupa di wilayah Kabupaten Blora,” ujarnya.
Ismuhartinah menegaskan, tidak pernah memesan makanan melalui cara tersebut, termasuk meminta pedagang membeli pulsa atau mengirimkan uang.
“Kami menyesalkan kejadian yang merugikan para pedagang lokal ini. Kami mengimbau semua pihak lebih waspada terhadap modus penipuan berbasis pemesanan fiktif,” katanya.
BACA JUGA:Modus Seminar Fiktif, Surat Palsu Catut Dinsospermasdes P3A Purbalingga
Pedagang yang menerima pesanan dengan tujuan Klinik Ibunda, diminta tidak langsung mengantarkan barang sebelum memastikan identitas pemesan, melalui resepsionis atau petugas penerima tamu.
Pedagang juga disarankan tidak mengirimkan uang, membeli pulsa, atau memenuhi permintaan pembayaran lain sebelum identitas pemesan terverifikasi.
Pesanan yang mengatasnamakan dokter, klinik, rumah sakit atau instansi tertentu belum tentu benar-benar berasal dari pihak yang disebutkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
