Banner Honda

Kekeringan Banjarnegara Makin Meluas, 7.503 KK di 11 Kecamatan Krisis Air Bersih

Kekeringan Banjarnegara Makin Meluas, 7.503 KK di 11 Kecamatan Krisis Air Bersih

Sekda Banjarnegara saat memberikan arahan pada ASN agar OPD ikut turun tangan salurkan air bersih.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kekeringan di Kabupaten Banjarnegara terus meluas. Hingga 24 Agustus 2026, krisis air bersih menjangkau 39 desa dan enam kelurahan di 11 kecamatan, dengan sedikitnya 7.503 kepala keluarga (KK) terdampak.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Banjarnegara meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hanya menunggu penanganan dari BPBD, tetapi ikut turun membantu distribusi air ke wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.

Sekretaris Daerah Banjarnegara, Hendro Cahyono mengatakan, kondisi yang semakin meluas membutuhkan keterlibatan lebih banyak pihak agar kebutuhan dasar warga dapat segera dipenuhi.

"Para kepala OPD saya minta segera melakukan koordinasi dan bergerak membantu penyaluran air bersih. Jangan hanya menunggu, karena persoalan ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat," kata Hendro saat memimpin apel pagi, Senin (24/8/2026).

BACA JUGA:Kekeringan Melanda Romokamal, Warga Rela Bayar Rp400 Ribu demi 500 Liter Air

Menurut Hendro, dukungan dari masing-masing OPD diharapkan dapat mempercepat penanganan, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai mengering.

Data BPBD Banjarnegara menunjukkan, bantuan air bersih yang telah disalurkan kini mencapai 4,72 juta liter. Air tersebut didistribusikan kepada ribuan keluarga yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Aji Piliroso mengatakan, distribusi dilakukan melalui sinergi BPBD bersama berbagai pihak untuk menjangkau warga yang membutuhkan.

"Total sampai saat ini sudah 4.720.000 liter air bersih yang kami distribusikan pada 7.503 kepala keluarga di wilayah terdampak," ujar Aji.

BACA JUGA:BNPB Soroti Ancaman Longsor dan Kekeringan, Banjarnegara Diminta Perkuat TRC

Jumlah wilayah terdampak tersebut mengalami peningkatan dibandingkan laporan sebelumnya. Kekeringan kini tidak lagi terkonsentrasi di beberapa desa, tetapi sudah menyebar ke 11 kecamatan.

Aji meminta warga menggunakan air bantuan secara hemat. Masyarakat perlu bersiap karena kondisi kemarau diperkirakan belum segera berakhir.

Di sisi lain, kondisi tersebut berkaitan dengan musim kemarau kering yang masih berlangsung di Banjarnegara.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Banjarnegara, Heri Susanto mengatakan, kondisi atmosfer saat ini masih dipengaruhi fenomena El Nino.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: