232 dari 266 BUMDes Banjarnegara Masih Berstatus Perintis, Ini Penyebabnya
Bumdes Sumber Rejeki Desa Gumiwang, salah satu Bumdes dengan status maju di Kabupaten Banjarnegara.-Pemdes Gumiwang untuk Radarmas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Sebagian besar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Banjarnegara, masih berada pada kategori perintis.
Dari total 266 BUMDes, berdasarkan pemeringkatan tahun sebelumnya, sebanyak 232 BUMDes masuk kategori perintis, 28 kategori pemula, empat berkembang, dan dua BUMDes telah mencapai kategori maju.
Kabid PUEM dan TTG Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Banjarnegara, Agung Nursatria mengatakan, pemeringkatan dilakukan berdasarkan sejumlah indikator dari Kementerian Desa, seperti permodalan, kelembagaan, manajemen, hingga perkembangan usaha.
“Semakin banyak modal dan kelembagaannya semakin bagus, maka peringkatnya juga bisa semakin naik,” kata Agung.
BACA JUGA:Limbah Kepala Ayam Jadi Berkah Penggerak Ekonomi BUMDes Gunungjati
Pemeringkatan BUMDes tahun ini masih dalam proses. Namun, hasil tahun sebelumnya menunjukkan masih banyak BUMDes yang membutuhkan penguatan, terutama dari sisi permodalan. Keterbatasan penyertaan modal desa membuat sejumlah BUMDes kesulitan mengembangkan usaha secara optimal.
“Karena lebih banyak teralihkan untuk program lain, akhirnya BUMDes agak sulit berjalan,” ujarnya.
Agung menyebut, kebijakan terbaru pada 2025 memberikan ruang lebih kuat bagi pengembangan BUMDes melalui kewajiban penyertaan modal sebesar 20 persen. Selain modal, sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola juga menjadi faktor penting.
“Kalau BUMDes mau jalan, semua unsur harus berjalan. Kalau salah satu tidak jalan, akan sulit,” jelasnya.
BACA JUGA:BUMDes Petuguran Bagikan 85 Kg Telur Rebus untuk Cegah Stunting di Sekolah
Untuk mendorong BUMDes yang masih berada pada kategori perintis, Dispermades melakukan pendampingan terkait kelembagaan, manajemen, keuangan, kerja sama, kemitraan hingga pelaporan. Pendampingan juga melibatkan Inspektorat dan perguruan tinggi, termasuk Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
“Kegiatan pendampingan, peningkatan kapasitas itu juga sering kita laksanakan. Bahkan Inspektorat juga, di samping kita dari PTN Unsoed juga pernah melaksanakan kegiatan pendampingan,” ujarnya.
Dia pun berharap, semakin banyak pihak ikut terlibat dalam pengembangan BUMDes, termasuk badan usaha, lembaga keuangan dan melalui program CSR.
“Mengandalkan dari dinas saja anggaran terbatas, sehingga untuk memajukan BUMDes ini butuh bantuan dari semua pihak,” kata Agung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
