Banner Honda

Kreatif! Anak-anak TK di Dieng Ubah Daun dan Bunga Jadi Karya Seni

Kreatif! Anak-anak TK di Dieng Ubah Daun dan Bunga Jadi Karya Seni

Anak-anak TK dari beberapa wilayah di Kabupaten Banjarnegara saat mengikuti kegiatan membatik ecoprint di Lapangan Candi Arjuna, Kamis (20/8/2026).--

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan wisata Dieng, Kabupaten Banjarnegara, diwarnai kegiatan kreatif yang melibatkan ratusan anak usia dini.

Sebanyak 999 murid TK bersama orang tua, mengikuti kegiatan membatik ecoprint di Lapangan Candi Arjuna, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana mengenalkan anak-anak pada pemanfaatan bahan alami di lingkungan sekitar. Dengan tas berbahan kanvas, anak-anak membuat motif menggunakan daun dan bunga, di antaranya daun pepaya dan bunga mawar.

Panitia kegiatan, Susana Arminingsih mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program Pimpinan Wilayah Aisyiyah Distrik 5, dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.

BACA JUGA:Jelang HUT ke-81 RI, Pesanan Produk Ecoprint di Purbalingga Naik 100 Persen

“Peserta berasal dari tiga kecamatan, yaitu Pejawaran, Pagentan, dan Batur,” ujarnya.

Menurut Susana, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan anak, orang tua, dan lingkungan pendidikan sekaligus mengenalkan bahwa tumbuhan sekitar dapat dimanfaatkan menjadi karya seni.

“Melalui acara ini, anak-anak jadi tahu bahwa manfaat bunga dan daun tidak hanya dipetik atau diproduksi untuk bermain warna, tetapi juga bisa digunakan untuk membatik,” jelasnya.

Proses ecoprint dilakukan dengan menempelkan daun dan bunga pada tas kanvas, kemudian dipukul agar pigmen alami tumbuhan keluar dan membentuk pola pada kain. Bagi sebagian anak, proses tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus melatih kreativitas.

BACA JUGA:Pelatihan Ecoprint Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Kebumen

Salah seorang wali murid, Ita Utami menilai, kegiatan tersebut baik untuk melatih kreativitas anak dan mengenalkan pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Bahannya menggunakan kain kanvas, daun pepaya, dan bunga mawar. Ini sangat baik untuk melatih kreativitas anak, sekaligus memanfaatkan dedaunan di sekitar untuk membatik,” ujarnya.

Meski beberapa anak mengalami kesulitan saat mengetuk daun agar pigmen keluar, antusiasme peserta tetap tinggi. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan didampingi orang tua.

“Memang ada sedikit kesulitan. ‘Getoknya’ atau ketukannya kurang keras untuk mengeluarkan warna, karena namanya juga masih anak-anak,” kata Ita.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: