Jelang Tahun Ajaran Baru, Pemkab Banjarnegara Benahi Distribusi Program Makan Bergizi Gratis
Pemkab Banjarnegara saat menggelar pembinaan program MBG, sekaligus Sosialisasi Perlindungan Jaminan Kesehatan bagi relawan SPPG.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara mulai mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah keterlambatan distribusi makanan ke sekolah yang dinilai mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Persoalan tersebut mengemuka dalam pembinaan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang dirangkai dengan sosialisasi perlindungan jaminan kesehatan di Aula Sasana Abdi Praja.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali menegaskan, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh kualitas makanan, tetapi juga kesiapan sistem pendukung, termasuk kesehatan relawan dan ketepatan distribusi.
BACA JUGA:2.352 Kader TPK Banjarnegara Dikerahkan Kawal Program Makan Bergizi Gratis Cegah Stunting
"Relawan adalah pejuang dalam menghadirkan pelayanan makan bergizi bagi siswa. Kesehatan mereka adalah hal yang vital dan tidak boleh dikesampingkan," ujarnya.
Dia juga meminta, seluruh pengelola SPPG mematuhi standar operasional, terutama terkait waktu pengiriman makanan ke sekolah.
"Banyak aduan bahwa makanan datang terlambat saat jam istirahat sudah usai, atau bahkan saat siswa sudah pulang. Ini mengganggu jam pelajaran. Sebagai program yang menjadi sorotan publik, kita harus sangat disiplin," tegasnya.
Wakhid pun mengingatkan, yayasan dan mitra pelaksana agar memastikan seluruh relawan telah terdaftar sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, dr Dina Diana Permata mengatakan, perlindungan kesehatan bagi relawan menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan program MBG. Di Banjarnegara terdapat 4.815 relawan yang bertugas di 109 SPPG, sehingga kepesertaan JKN perlu menjadi perhatian bersama.
"Kami mendorong yayasan dan mitra untuk proaktif mendaftarkan relawannya. Jika belum, inilah saatnya kita berikan perlindungan agar mereka dapat bekerja dengan tenang," katanya.
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Harian MBG Banjarnegara, Izak Danial Alloys mengatakan, evaluasi juga menyasar pemerataan distribusi, terutama ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil. Masukan dari Dinas Pendidikan akan menjadi bahan evaluasi agar distribusi makanan dapat menjangkau seluruh sekolah tepat waktu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
