Banner v.2

Meriah! Tradisi Grebek Sura di Banjarnegara, Warga Rebutan Gunungan Demi Berkah

Meriah! Tradisi Grebek Sura di Banjarnegara, Warga Rebutan Gunungan Demi Berkah

Warga berebut hasil bumi yang jadi gunungan di Grebreg Sura Desa Gumingsir, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Deretan gunungan hasil bumi diarak mengelilingi desa, doa dipanjatkan di makam leluhur, lalu ribuan warga berebut sayur dan buah yang diyakini membawa berkah.

Pemandangan itu kembali mewarnai Desa Gumingsir, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, saat tradisi Grebek Sura digelar, Senin (6/7/2026).

Bagi warga Gumingsir, Grebek Sura bukan sekadar perayaan datangnya bulan Sura dalam penanggalan Jawa, tetapi juga cara menjaga kebersamaan sekaligus melestarikan warisan budaya.

Sejak pagi, warga memadati jalan desa untuk mengikuti kirab gunungan yang tersusun dari hasil pertanian seperti sayuran, buah-buahan, dan aneka hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen. Kirab menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer mengelilingi desa, diiringi seni tradisional.

BACA JUGA:6.000 Takir dan Gunungan Hasil Bumi Meriahkan Grebeg Sura di Desa Kemranggon

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam para leluhur sebagai bentuk penghormatan dan doa agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan serta keberkahan. Setelah itu, warga makan bersama sebelum berpuncak pada tradisi rebutan gunungan hasil bumi.

Kepala Desa Gumingsir, Bejo Suroso mengatakan, seluruh rangkaian Grebek Sura merupakan ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus doa agar hasil pertanian masyarakat tetap melimpah.

"Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab gunungan hasil bumi, kemudian ziarah ke makam leluhur, makan bersama, hingga rebutan gunungan. Semua ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah sekaligus doa agar diberikan keberkahan di masa mendatang," kata Bejo Suroso.

Menurutnya, tradisi tersebut terus dipertahankan agar nilai gotong royong dan penghormatan terhadap leluhur tetap hidup di tengah masyarakat.

BACA JUGA:Suran Manunggal 1448 H Dihiasi Kirab 100 Tumpeng dan Gunungan Hasil Bumi

Salah seorang warga, Ani Jumiati mengaku, selalu menantikan Grebek Sura setiap tahun karena menjadi momen berkumpul, menjaga kebersamaan, sekaligus melestarikan budaya. Dia juga senang bisa membawa pulang hasil rebutan gunungan yang dipercaya membawa berkah bagi keluarga.

Selain prosesi adat, Grebek Sura turut dimeriahkan berbagai pertunjukan seni tradisional yang melibatkan seniman lokal sebagai upaya memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda.

Di tengah arus modernisasi, Grebek Sura di Desa Gumingsir tetap menjadi pengikat kebersamaan, pengingat pentingnya rasa syukur, sekaligus cara masyarakat menjaga identitas budaya agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: