Sling Baja Putus, Jembatan Gantung Purwonegoro–Kincang Ambruk dan Putuskan Akses Warga
Jembatan gantung yang menjadi andalan warga putus akibat termakan usia.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Aktivitas warga di dua kecamatan di Kabupaten Banjarnegara terganggu setelah Jembatan Gantung Purwonegoro–Kincang ambruk akibat putusnya sling baja penyangga.
Jembatan sepanjang 72 meter yang melintasi Sungai Serayu itu selama ini menjadi jalur utama penghubung Desa Purwonegoro, Kecamatan Purwanegara, dengan Desa Kincang, Kecamatan Rakit.
Peristiwa yang terjadi pada pekan lalu sekitar pukul 16.00 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa. Saat salah satu sling baja di sisi timur putus, tidak ada warga yang sedang melintas di atas jembatan.
Namun, ambruknya jembatan langsung berdampak pada mobilitas masyarakat. Akses yang selama bertahun-tahun digunakan untuk bekerja, berdagang, bersekolah, hingga mengurus keperluan sehari-hari kini terputus. Warga pun terpaksa memutar melalui jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh.
BACA JUGA:Jembatan Gumiwang-Luwung Banjarnegara Segera Dibangun, Rampung 180 Hari
Sebelum ambruk, kondisi jembatan sebenarnya sudah mengkhawatirkan. Salah satu sling baja mengalami kerusakan sehingga lantai jembatan tampak miring dan dinilai tidak lagi aman dilalui pejalan kaki maupun sepeda motor. Kerusakan itu terus memburuk hingga akhirnya penyangga utama putus.
Warga sekitar, Nasiyah, mengatakan tanda-tanda kerusakan sudah terlihat sejak lama. Menurutnya, sling baja telah mengalami korosi akibat usia jembatan yang sudah tua.
"Tali jembatan putus sekitar pukul empat sore. Kondisinya memang sudah tua dan berkarat. Alhamdulillah saat kejadian tidak ada warga yang sedang melintas, sehingga tidak ada korban," kata Nasiyah, Selasa (7/72026).
Meski tidak ada korban, ia mengaku warga kini kesulitan menjalankan aktivitas karena kehilangan jalur penyeberangan tercepat menuju desa di seberang Sungai Serayu.
BACA JUGA:Setelah 35 Tahun Jembatan Gantung Karanganyar Direhabilitasi
Keprihatinan juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjarnegara, Djarkasi. Ia menilai Jembatan Purwonegoro–Kincang memiliki fungsi strategis karena menjadi akses penghubung kegiatan ekonomi masyarakat di dua kecamatan.
"Jembatan ini merupakan akses vital bagi warga. Dengan putusnya jembatan, aktivitas ekonomi masyarakat tentu sangat terganggu. Kami berharap penanganan dapat segera dilakukan agar akses masyarakat kembali normal," ujarnya.
Menurutnya, percepatan penanganan diperlukan agar dampak terhadap aktivitas masyarakat tidak semakin meluas, terutama bagi warga yang setiap hari bergantung pada jembatan tersebut.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah pemerintah untuk memperbaiki atau membangun kembali jembatan yang ambruk. Bagi warga, kerusakan itu bukan sekadar hilangnya sebuah infrastruktur, tetapi juga terputusnya akses menuju sekolah, pusat perdagangan, layanan kesehatan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
