Stok Darah Aman, PMI Banjarnegara Waspadai Lonjakan Kebutuhan saat Musim Pancaroba
Masyarakat di Desa Pesantren, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara saat melakukan donor darah.-PMI Banjarnegara untuk Radarmas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Stok darah di PMI Kabupaten Banjarnegara hingga saat ini relatif aman. Ketersediaan darah dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit, meski permintaan darah bersifat fluktuatif dan sulit diprediksi yang dipangaruhi banyak faktor.
Humas dan Rekrutmen Donor PMI Kabupaten Banjarnegara, Alwan Rifai mengatakan, selain melayani rumah sakit di Banjarnegara, PMI juga menyuplai kebutuhan darah ke sejumlah rumah sakit di luar daerah.
"Kita melayani sembilan rumah sakit dan tidak hanya di Banjarnegara, sehingga kecenderungan naik turun kebutuhannya memang tidak bisa ditebak," ujarnya.
Alwan mengatakan, seluruh golongan darah saat ini tersedia relatif aman. Hal tersebut didukung kegiatan donor darah yang berlangsung setiap hari, baik di Markas PMI maupun melalui layanan mobile unit yang menyasar kelompok-kelompok donor di berbagai wilayah.
BACA JUGA:Hari Donor Darah Sedunia 2026, PMI Banjarnegara Menghimpun Hampir 16 Ribu Kantong Darah
Dia mencontohkan, belum lama ini pihaknya menggelar kegiatan donor darah di Kecamatan Wanayasa. Salah satu kelompok donor di Desa Pesantren bahkan mampu menyumbang lebih dari 200 kantong darah dalam satu kegiatan.
"Kelompok donor di Desa Pesantren bahkan menjadi salah satu penyumbang terbesar. Dalam setahun akumulasi donor darahnya bisa mencapai lebih dari 700 kantong," jelasnya.
Alwan menyebut, produksi darah PMI Banjarnegara rata-rata mencapai 1.500 kantong per bulan. Meski demikian, jumlah tersebut dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan. Pada bulan lalu, misalnya, PMI berhasil menghimpun sekitar 1.390 kantong darah.
Kebutuhan darah tersebut tidak hanya untuk rumah sakit di Banjarnegara, tetapi juga membantu memenuhi permintaan dari RSU PKU Muhammadiyah Wonosobo, RS Siaga Medika Banyumas hingga RSUP Margono Soekarjo Purwokerto.
BACA JUGA:Astra Motor Yogyakarta Gelar Aksi Kemanusiaan dengan Donor Darah
Menghadapi potensi peningkatan kebutuhan darah saat musim pancaroba, PMI juga telah menyiapkan langkah antisipasi dengan memperbanyak sosialisasi donor darah dan menambah jadwal mobile unit ke berbagai kelompok donor.
"Biasanya saat musim peralihan seperti sekarang ada tren peningkatan kasus demam berdarah yang membutuhkan trombosit. Selain itu juga ada kebutuhan untuk operasi besar, persalinan, korban kecelakaan, hingga pasien talasemia yang memerlukan transfusi darah secara rutin. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan kelompok donor agar stok darah tetap aman dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan cepat," pungkasnya. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
