Banner v.2

Debit Mata Air Menyusut, 209 Warga Desa Gemuruh Mulai Terdampak Kekeringan

Debit Mata Air Menyusut, 209 Warga Desa Gemuruh Mulai Terdampak Kekeringan

PMI Banjarnegara saat penyaluran bantuan air bersih di Desa Gemuruh Kesatrian.-PMI Banjarnegara untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di Kabupaten Banjarnegara. Menurunnya debit sumber mata air menyebabkan puluhan keluarga di Desa Gemuruh Kesatrian, Kecamatan Bawang, mengalami krisis air bersih sehingga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sedikitnya 40 kepala keluarga (KK) atau sekitar 209 jiwa di RT 03 RW 07 Desa Gemuruh Kesatrian terdampak kekeringan. Kondisi tersebut mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara menyalurkan bantuan air bersih pada Jumat (3/7/2026).

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi PMI Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan bantuan disalurkan setelah pihaknya menerima permohonan resmi dari Pemerintah Desa Gemuruh yang melaporkan mulai terjadinya kesulitan air bersih akibat menyusutnya debit mata air.

"PMI menerima permintaan bantuan air bersih dari pemerintah desa. Setelah dilakukan koordinasi, kami bersama BPBD Banjarnegara segera menyalurkan bantuan ke lokasi yang terdampak," kata Aji Piluroso.

BACA JUGA:Banjarnegara Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 90 Hari, Pemkab Siapkan Solusi Jangka Panjang

Menurutnya, distribusi air bersih merupakan bagian dari respons kemanusiaan PMI untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

"Di lokasi tersebut terdapat sekitar 40 kepala keluarga atau 209 jiwa yang terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat hingga kondisi sumber air kembali normal atau turun hujan," ujarnya.

PMI juga akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan bersama pemerintah desa, BPBD, serta instansi terkait. Apabila ada wilayah lain yang mengalami kondisi serupa, bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kemampuan yang tersedia.

Selain menyalurkan bantuan, masyarakat dihimbau untuk menggunakan air secara hemat selama musim kemarau agar cadangan air bersih tetap terjaga. Pelaporan sejak dini juga dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: