450 Hektare Sawah Berpotensi Kekeringan, Distankan Banjarnegara Perkuat Irigasi dan AUTP
Area persawahan di Kecamatan Purwanegara menjadi salah satu area yang memiliki potensi kekeringan di musim kemarau tahun ini.-Farah Anis Rahmawati/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUAMS.CO.ID – Musim kemarau mulai menjadi perhatian serius bagi sektor pertanian di Kabupaten Banjarnegara. Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan KP) memetakan sedikitnya 450 hektare lahan sawah di sembilan kecamatan berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau tahun ini.
Meski hingga awal Juli belum ada laporan sawah yang mengalami kekeringan, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan agar dampaknya tidak sampai menimbulkan gagal panen.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Distankan KP Banjarnegara, Emi Susilowati, mengatakan, daerah yang berpotensi mengalami kekeringan tersebar di Kecamatan Susukan, Purwareja Klampok, Mandiraja, Wanadadi, Banjarmangu, Purwanegara, Punggelan, Bawang, dan Madukara.
"Potensi kekeringan di Kabupaten Banjarnegara ada sekitar 450 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan. Umumnya merupakan lahan tadah hujan atau berada di wilayah perbukitan," ujarnya.
BACA JUGA:161 Hektar Sawah Terancam Kekeringan Dampak Saluran Irigasi Gemuruh Putus
Dia menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan kekeringan dari para petani. Kondisi tersebut salah satunya karena petani masih terbantu dengan penggunaan pompa air untuk memenuhi kebutuhan irigasi.
Selain bantuan pompa air, pemerintah juga telah membangun sejumlah sarana irigasi perpompaan pada tahun 2024 dan 2025. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak kekeringan, khususnya di lahan persawahan yang rawan kekurangan air.
"Kami memiliki bantuan pompa air dan juga kegiatan irigasi perpompaan. Mudah-mudahan dengan program tersebut bisa mengurangi dampak kekeringan pada lahan sawah," katanya.
Menurut Emi, Distankan juga mengembangkan sistem irigasi perpipaan di sejumlah lokasi yang memungkinkan memanfaatkan aliran air secara gravitasi dari sumber mata air. Salah satunya berada di Desa Parakan, Kecamatan Purwanegara.
BACA JUGA:Pasokan Air 161 Hektare Sawah Terancam, Perbaikan Tanggul Ditarget Selesai Sebulan
"Di Parakan ada sumur air dalam yang dimanfaatkan bukan hanya untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat," jelasnya.
Selain penyediaan sarana irigasi, Distankan juga mengusulkan petani di wilayah rawan kekeringan untuk mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Tahun ini Banjarnegara memperoleh kuota perlindungan seluas 400 hektare dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kuota tersebut diprioritaskan bagi lahan yang memiliki potensi terdampak kekeringan maupun serangan organisme pengganggu tanaman.
"Premi AUTP untuk kuota dari provinsi ditanggung 100 persen. Jadi apabila petani mengalami gagal panen akibat kekeringan maupun serangan hama, mereka akan mendapatkan klaim sesuai ketentuan program asuransi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
