Banner v.2

Jembatan Gumiwang-Luwung Banjarnegara Segera Dibangun, Rampung 180 Hari

Jembatan Gumiwang-Luwung Banjarnegara Segera Dibangun, Rampung 180 Hari

Seorang pengendara sepeda motor saat melintasi di jembatan gantung penghubung Desa Gumiwang dan Luwung.-Farah Anis Rahmawati/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Jembatan penghubung Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, dan Desa Luwung, Kecamatan Rakit, segera dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang mulai termakan usia. Proyek senilai Rp 6 miliar dari dana aspirasi Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Tengah, Rofik Hananto itu, ditargetkan rampung dalam 180 hari.

Warga Desa Gumiwang, Sutaryo mengatakan, jembatan tersebut menjadi akses utama masyarakat menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan.

"Kalau lewat jembatan ini dari Luwung ke Pasar Gumiwang hanya lima menit, kalau memutar lewat Tapen bisa sampai setengah jam. Jadi keberadaan jembatan ini memang sangat penting bagi masyarakat," katanya.

Menurutnya, jembatan lama yang dibangun pada 1971 masih dapat digunakan, namun rangka besinya telah mengalami korosi sehingga masyarakat berharap segera memiliki jembatan yang lebih aman.

BACA JUGA:Setelah 35 Tahun Jembatan Gantung Karanganyar Direhabilitasi

Anggota DPR RI, Rofik Hananto mengatakan, pembangunan jembatan merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat untuk meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

"Ini proyek yang sudah lama didambakan masyarakat. Mudah-mudahan pembangunannya berjalan lancar dan nantinya bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mengapresiasi pembangunan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Pengawas PPK 2.3 Provinsi Jawa Tengah, Adi Surya menjelaskan, jembatan sepanjang 120 meter dengan lebar 2,3 meter itu akan menggunakan pondasi bore pile, abutmen beton, dan rangka baja. Selama proses pembangunan, akses melalui jembatan lama ditutup sementara dan dialihkan melalui jalur Mandiraja atau kawasan Waduk Mrica.

"Target pelaksanaan 180 hari, tapi kami berupaya agar penyelesaiannya bisa lebih cepat, sehingga masyarakat dapat segera menggunakan jembatan ini," katanya.

Sebelum difungsikan, jembatan akan menjalani uji teknis untuk memastikan konstruksinya aman dan memenuhi standar. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: