Banner v.2

Tak Ada Ruang untuk Barang Terlarang, Rutan Banjarnegara Diperketat Lewat Razia

Tak Ada Ruang untuk Barang Terlarang, Rutan Banjarnegara Diperketat Lewat Razia

Petugas gabungan saat melakukan penggeledahan di Rutan Banjarnegara.-Rutan Banjarnegara untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara kembali jadi sasaran razia gabungan. Kali ini, penggeledahan dilakukan menyeluruh dengan melibatkan aparat kepolisian, TNI, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas. Di tengah sorotan publik terhadap peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan, razia tersebut menjadi penegasan bahwa pengawasan diperketat.

Petugas menyisir seluruh blok hunian tanpa pengecualian, termasuk blok perempuan. Dari kamar awal hingga kamar terakhir, setiap sudut diperiksa mulai dari tempat tidur hingga barang pribadi warga binaan.

Kepala Rutan Banjarnegara, Dodik Harmono menegaskan, penggeledahan ini bagian dari komitmen serius menjaga rutan tetap steril dari barang terlarang.

BACA JUGA:Belajar ke Purwasaba Botanical Garden, Rutan Banjarnegara Siapkan Program Peternakan

“Kami ingin memastikan tidak ada celah bagi peredaran narkoba maupun barang ilegal di dalam rutan. Ini juga bentuk keterbukaan kami kepada publik,” ujarnya.

Selain penggeledahan, petugas juga melakukan tes urin terhadap sejumlah warga binaan. Langkah ini dinilai penting untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan narkotika sejak dini.

Saat ini, jumlah penghuni rutan tercatat 143 orang. Dengan kondisi tersebut, pengawasan dinilai harus dilakukan secara berkala dan tidak bisa hanya mengandalkan pemeriksaan insidental.

Dodik menekankan, kerja sama lintas instansi menjadi kunci dalam menjaga integritas sistem pemasyarakatan.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan aparat penegak hukum harus terus diperkuat agar pengawasan lebih maksimal,” katanya.

Razia gabungan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62. Namun di balik seremoni tersebut, pesan yang ingin disampaikan cukup jelas, perang terhadap narkoba di dalam rutan belum selesai dan pengawasan akan terus diperketat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: