Banner v.2

Banjarnegara Extravaganza Bukan Sekadar Hiburan, UMKM Banjarnegara Panen Cuan di Malam Puncak Hari Jadi

Banjarnegara Extravaganza Bukan Sekadar Hiburan, UMKM Banjarnegara Panen Cuan di Malam Puncak Hari Jadi

Perayaan hari jadi ke-455 di Alun-alun Banjarnegara pada malam Extravaganza.-Kominfo Banjarnegara untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Malam puncak perayaan hari jadi ke-455 Banjarnegara, di Alun-alun Banjarnegara, Minggu (5/4/2026), bukan sekadar hiburan.

Di tengah gemerlap panggung Banjarnegara Extravaganza, ribuan orang yang memadati lokasi justru menghadirkan efek lain, yaitu lonjakan rezeki bagi pelaku usaha kecil.

Keramaian yang dipicu penampilan artis seperti Shinta Arsinta dan grup oQinawa, menjadikan kawasan Alun-alun Banjarnegara berubah menjadi 'pasar dadakan'. Dari pedagang kaki lima hingga penyedia jasa hiburan anak, semua kebagian berkah.

Pedagang mainan asal Mandiraja, Ilham (35) mengaku, dagangannya laris jauh di atas hari biasa.

BACA JUGA:20 Kecamatan Unjuk Gigi, Parade Budaya Banjarnegara Jadi Magnet Warga

“Biasanya jual 10 saja susah, tapi malam ini hampir habis semua. Alhamdulillah, benar-benar berkah,” katanya.

Cerita serupa datang dari penyedia jasa mobil mini asal Bawang, Rahman (40). Sejak sore, antrean anak-anak tak pernah putus.

“Kalau ada acara seperti ini pasti ramai. Ini yang ditunggu-tunggu buat tambahan penghasilan,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan satu hal, kerumunan bukan sekadar penonton, tetapi pasar dengan daya beli nyata. Dalam satu malam, perputaran uang terjadi cepat dari makanan, mainan, jasa hiburan, hingga parkir.

BACA JUGA:HUT ke-455 Banjarnegara Meriah, 45.500 Dawet Ayu Pecahkan Rekor MURI

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana menyebut, konsep perayaan memang dirancang bukan hanya untuk meriah, tetapi juga berdampak langsung ke ekonomi warga.

“Peringatan hari jadi ini tidak hanya tentang hiburan, tapi harus bisa menggerakkan ekonomi rakyat. Dengan banyaknya pengunjung, UMKM merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.

Menurutnya, panggung hiburan menjadi cara efektif menarik massa, sekaligus menghidupkan sektor informal yang selama ini menjadi penopang ekonomi lokal.

Keramaian ini sekaligus menjadi penanda bahwa alun-alun bukan hanya ruang publik, tetapi juga titik temu antara hiburan, ekonomi, dan interaksi sosial.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: