Banner v.2

Momentum Emas, Petani Cabai Banjarnegara Panen Saat Harga Melambung

Momentum Emas, Petani Cabai Banjarnegara Panen Saat Harga Melambung

Petani cabai saat memeriksa tanaman cabai dikebunnya.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Di saat harga cabai di pasaran menembus Rp 85 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram (kg), petani di Desa Kecitran, Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, justru menikmati masa panen yang menguntungkan.

Ketika sebagian petani lain baru memulai masa tanam, sejumlah petani di wilayah ini sudah lebih dulu memetik hasil. Panen datang di waktu yang tepat saat harga sedang tinggi.

Salah satu petani, Wawan, merasakan langsung perubahan nasib itu. Dia mengaku, sebelumnya hanya menanam sayuran, tetapi hasilnya tak cukup menjanjikan. Keputusan beralih ke cabai menjadi titik balik.

“Awalnya cuma tanam sayur, tapi hasilnya kurang. Akhirnya coba cabai. Dari 150 pohon, sekarang sudah sekira 700 pohon,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

BACA JUGA:Distribusi Sembako Banjarnegara Lancar, Harga Cabai dan Daging Ayam Masih Tinggi

Dari ratusan tanaman tersebut, Wawan sudah enam kali panen dengan total hasil 63 kilogram (kg). Dia memperkirakan, panen ke depan masih terus berlanjut.

“Perawatan per pohon sekira Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu. Targetnya bisa lebih dari 7 kuintal,” katanya.

Kondisi serupa dialami petani lain di desa yang sama, Masno. Dia mengelola 1.600 pohon cabai di lahan seluas 1.000 meter persegi.

Dengan harga cabai yang masih tinggi, setiap kali panen dia bisa memetik 50 kg. Hingga saat ini, panen sudah berlangsung 14 kali dengan total hasil mencapai 750 kg.

BACA JUGA:Banjarnegara Siap Terapkan WFH untuk ASN, Pelayanan Publik Dijamin Tetap Jalan

“Kalau harga seperti ini, Alhamdulillah sudah balik modal, meskipun panen belum selesai,” kata Masno.

Dia menargetkan, total produksi bisa menembus hingga 2 ton jika kondisi tanaman tetap stabil.

Meski dihadapkan pada cuaca yang tak menentu, para petani tetap menjaga kualitas tanaman dengan perawatan intensif. Penyemprotan rutin dilakukan untuk mencegah serangan hama dan penyakit yang bisa merusak hasil panen.

Lonjakan harga cabai yang biasanya dikeluhkan konsumen, justru menjadi berkah bagi petani. Namun di balik keuntungan itu, ada harapan sederhana yang mereka jaga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: