Dawuhan Jadi Destinasi Favorit Lebaran, Sajikan Alam dan Kuliner Tradisional
Desa Wisata Dawuhan usai diterjang bencana pada awal tahun 2026 kini mulai bangkit dengan peningkatan pengunjung.-Kominfo Banjarnegara untuk Radarmas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dalam empat hari pertama libur Lebaran Idulfitri 1447 H, lebih dari tiga ribu wisatawan, memadati destinasi Desa Wisata Dawuhan, Kecamatan Wanayasa.
Lonjakan kunjungan ini didominasi wisatawan lokal dari berbagai wilayah di Banjarnegara dan sekitarnya. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan periode lebaran tahun sebelumnya, menandakan minat pengunjung terhadap wisata berbasis desa ini tetap stabil.
Salah satu magnet utama di Dawuhan adalah pasar tradisionalnya yang dikenal sebagai Pasar Renggang. Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati beragam kuliner tradisional, mulai dari bakmi jawa, mie ayam, getuk lindri, nasi jagung hingga aneka jajanan pasar seperti onde-onde, pecel, bakwan, dan rujak.
Di antara banyak pilihan, bubur srintil menjadi hidangan yang paling banyak diburu wisatawan. Makanan khas Desa Dawuhan itu kerap menjadi alasan pengunjung datang kembali ke lokasi wisata tersebut.
BACA JUGA:Warga Dawuhan Ubah Lereng Longsor Jadi Lahan Kopi Produktif
Tak hanya kuliner, kawasan wisata yang berada di tepian Sungai Panaraban ini juga menawarkan berbagai wahana hiburan keluarga. Area kolam renang dengan atraksi hujan busa menjadi favorit anak-anak, terutama setelah viral di media sosial. Tersedia juga playground dan kereta wisata yang berkeliling area desa wisata.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Eryantho Arief menilai, konsep yang diusung Dawuhan berhasil menggabungkan wisata alam dengan nuansa tradisional.
“Dawuhan berhasil menggabungkan wisata alam dengan suasana tradisional yang kuat. Lokasinya di pinggir sungai membuat suasananya sejuk. Untuk tubing juga disiapkan, tetapi menyesuaikan permintaan pengunjung dan kondisi cuaca demi keamanan,” kata Eryantho, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, ramainya kunjungan saat libur lebaran juga menjadi tanda kebangkitan desa wisata tersebut, setelah sempat terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu. Banjir saat itu menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas dengan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.
BACA JUGA:Ambal Costume Carnival, Ikon Baru Desa Wisata
“Ini menjadi momentum bangkit setelah bencana. Pengelola dan Pokdarwis bekerja keras memperbaiki fasilitas yang rusak,” ujarnya.
Sementara itu, pengelola Pokdarwis Dawuhan, Supri mengatakan, pengelolaan wisata di desa tersebut melibatkan masyarakat setempat secara langsung.
“Wisata ini memang berbasis pemberdayaan masyarakat. Selain membuka lapangan kerja, kami juga memberikan kontribusi ke desa dari pengelolaan tanah kas desa yang digunakan sebagai area wisata,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
