CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - inflasi tahunan (year-on-year) Kota Cilacap pada Januari 2026, naik sebesar 2,63 persen dibandingkan Januari 2025.
Kenaikan harga paling besar berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap, Suswandi mengatakan, kelompok tersebut mengalami kenaikan hingga 12,79 persen secara tahunan. Angka ini menjadi penyumbang terbesar dalam inflasi di awal tahun 2026.
"Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil paling besar terhadap inflasi tahunan," ujarnya, Jumat (20/2/2026).
BACA JUGA:Jelang Hari Besar, TPID Diminta Petakan Bahan Pokok Pemicu Inflasi di Cilacap
Meski secara tahunan terjadi inflasi, secara bulanan Cilacap justru mengalami deflasi sebesar 0,42 persen pada Januari 2026 dibandingkan Desember 2025. Penurunan harga ini terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun 2,07 persen.
"Beberapa komoditas yang harganya turun antara lain cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, bensin, kangkung, dan buah naga," lanjut Suswandi.
Namun, ada juga beberapa barang dan jasa yang masih mengalami kenaikan harga secara bulanan, seperti emas perhiasan, tarif rumah sakit, pembelian sepeda motor, serta beberapa bahan pangan seperti jeruk, bawang putih, pisang, soto, pepaya, dan nangka muda.
Suswandi menambahkan, meskipun harga pangan turun, kenaikan pada sektor perumahan dan energi tetap perlu diperhatikan karena berpengaruh pada pengeluaran rutin rumah tangga.
"Kenaikan pada sektor perumahan dan energi sedikit banyak pasti akan berpengaruh pada pengeluaran bulanan masyarakat," tandasnya.